PENGELOLAAN KEUANGAN PONDOK PESANTREN
Abstract
Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan, merupakan salah satu jenis pendidikan dalam satuan pendidikan luar sekolah yang dilembagakan. Pondok pesantren tentutak akan terlepas dari pengelolaan keuangan, yang menuntut kemampuan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkannya secara efektif dan transparan.Manajemen keuangan pesantren perlu dilakukan untuk menunjang penyediaan sarana dan prasarana dalam rangka mengefektifkan kegiatan pembelajaran, dan meningkatkan prestasi dan ketrampilan para santri.Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren dengan individu, walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu sebab sumber-sumber lain penopang pesantren kurang memadai. Permasalah dapat dirumuskan sebagai: “Pengelolaan Keuangan Pesantren Belum Dilaksanakan Berdasarkan Prinsip Manajemen Keuangan Yang Baik”
Menurut Ara Hidayat dan Imam Machali (2010;167-168), Manajemen Keuangan merupakan pengelolaan kegiatan-kegiatan pendidikan yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan oleh pendidikan dan usaha-usaha bagaiman menggunakan dana tersebut secara efektif dan efisien. Pembiayaan atau pendanaan pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerinttah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah darerah untuk menyediakan anggaran pendidikan berdasarkan prinsip, keadilan, kecukupan dan berkelanjutan.Manajemen keuangan adalah sumber daya yang diterima yang akan dipergunakan untuk penyelenggaraan pendidikan. Manajemen keuangan dimaksudkan sebagai suatu manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Menurut Shulton Masyhuddan Khusnurdilo (2003; 187) Penggunaan anggaran dan keuangan, dari sumber manapun, baik pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan pada prinsip-prinsip umum pengelolaan -pengelolaan keuangan.
Dari pembahasan yang telah diuraikan di atas dapat diambil simpulan sebagai berikut: Sebuah Pesantrean agar bisa menjadi besar harus menerapkan pengelolaan keuangan yang baik yang memenuhi unsur akuntabilitas dan transparansi dengan langkah sebagai berikut: 1. Menyusun rencana anggaran. 2. Menerapkan anggaran, 3. Melakukan pertanggungjawan dengan laporan keuangan yang sesuai dengan standar Akuntansi Keuangan. Agar pesantren bisa menerapkan pengelolaan keuangan dengan baik disarankan untuk; 1. Merekrut tenaga bagian keuangan dan akuntansi yang kompeten. 2. Membemtuk Komite pesantren atau nama lain yang berfungsi sebagai pengawas sebagai perwakilan dari pemangku kepentingan. 3. Melakukan pemisahan secara tegas antara assets pesantren dengan assets prubadi pengelola.

